Thursday, 31 December 2020

Belajar Menulis True Story

 




Dimana ada Kemauan di situ ada Jalan (Kenangan, harapan, dan kenyataan)

Oleh: Cici jang


Zainab adalah seorang gadis sederhana dari keluarga petani, namun karena kemauan dan kecerdasannya ia lulus tes di salah satu sekolah swasta berakreditasi A di Kota bengkulu saat itu. Singkat cerita Zainab dapat menyelesaikan sekolahnya dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan Zainab terpengaruh juga pergaulan dengan teman-temannya yang mengakibatkan ia tidak begitu fokus dengan pelajaran.

Setelah menyelesaikan SMK, Zainab melamar pekerjaan ke beberapa tempat dengan harapan di terima bekerja di salah satu tempat usaha dengan salary yang menjanjikan. Tak berapa lama Zainab menerima panggilan kerja, namun ternyata salary yang bakal diterima bahkan dibawah UMR. Zainab akhirnya menerima pekerjaan tersebut karena tidak ada panggilan kerja dari tempat lain. Beberapa tahun berlalu, Zainab berpindah-pindah tempat kerja dengan berbagai pengalaman yang paling banyak tidak menyenangkan, pemilik usaha yang tidak bersahabat, senior yang angkuh dan tidak mau berbagi pengalaman, sampai rekan kerja yang mengadu domba, pokoknya kebanyakan pahit, walau tidak semuanya begitu. 

Jangan tanya bagaimana zainab menjalani hari-harinya dengan rasa lapar dan kesedihan, seringkali ia menahan lapar seharian karena  harus membagi jatah satu bungkus nasi uduk pagi dengan sore harinya. karena gaji yang diterima harus dibagi-bagi untuk membayar kost, menabung untuk pulang kampung dan oleh-oleh, atau mengirimi orang tua uang walau sedikit. 

Tahun berganti, Zainab berpikir keras bagaimana cara memperbaiki kehidupan ekonominya, karena orang tua di kampung juga sedang mengalami kesulitan ekonomi. Akhirnya Zainab memutuskan akan menerima ajakan teman satu kampungnya untuk menikah saja, terbayang kehidupan akan jauh lebih baik karena Andi pemuda kampung yang melamarnya adalah pemuda yang cukup berada di kampungnya, masalah cinta toh nanti akan datang dengan sendirinya. Namun takdir berkata lain, Andi terpaksa harus menikah dengan gadis di kampungnya, karena si gadis ngotot tidak mau pulang dari rumah Andi (di kampung tersebut masih berlaku hukum adat; apabila seorang gadis memaksa menginap di rumah lelaki dan tidak mau pulang, maka secara adat mereka harus menikah). Harapan Zainab pupus sudah, namun ia tidak begitu bersedih dengan hal tersebut karena Andi memang bukan lelaki impiannya. Lagi pula mereka jarang sekali bertemu dan Zainab sudah memutuskan hijrah dan berhijab sebelum kejadian tersebut. Justru hal ini membuat tekad Zainab untuk berhijrah dan menjadi wanita sholihah yang menjaga hijab dan dirinya semakin kuat. 

Mengikuti kajian mingguan menambah wawasan dan ilmu keIslaman membuat Zainab haus akan ilmu pengetahuan, keinginannya untuk kuliah muncul kembali apalagi cita-cita sebenarnya adalah menjadi seorang guru. Keinginannya untuk kuliah disampaikan kepada orang tua, dan gayungpun bersambut. Namun kembali lagi masalah biaya kuliah menjadi hambatan. Pepatah mengatakan "Dimana ada kemauan maka di sana ada jalan", itulah  yang terjadi dan beruntungnya ada teman yang mau menampungnya tinggal di tempat kursus,  biaya masuk kuliahpun dibantu oleh orang tua dan kakak Zainab, dan tahun berikutnya hingga tamat kuliah, Zainab mengurus bea siswa. Hari-hari dijalani dengan lebih semangat untuk menyelesaikan kuliah. Untuk biaya sehari-hari Zainab membantu mengajar les  dan TPQ di tempat kursus dan membuat makanan kecil untuk di jual. Kehidupan dirasa mulai membaik.

Empat tahun kuliah, Zainab akhirnya wisuda dan bekerja di Sebuah yayasan ternama di kota. Kehidupan semakin membaik dan di sini juga Zainab bertemu jodoh laki-laki yang baik dan sholeh (Zainab terlambat menikah teman; usia 32 tahun). Tidak berapa lama kemudian sang suami lulus PNS. Sekarang Zainab dikaruniahi 3 orang putra. 

Sekarang Zainab hidup dengan bahagia, apalagi di kelilingi orang-orang baik yang berorientasi positif, ia sangat bersyukur dengan semua liku kehidupan yang telah ia jalani, dan berterima kasih kepada semua orang yang telah hadir mewarnai kehidupannya. ada harapan yang masih sangat banyak dalam dirinya, diantaranya: memberikan pendidikan yang layak dan berkualitas untuk buah hatinya, melaksanakan rukun Islam yang ke-5 yaitu naik haji dan membawa orang tua juga, menghapal Al-Qur'an dan menjadikan anak-anak dan keluarganya penghapal Qur'an, membangun yayasan sosial dan pendidikan, menjadi penulis tentunya, menjadi motivator, ketika pensiun ada rancangan-rancangan yang sudah ia buat...dll,  harapan terbesarnya adalah ridho Allah SWT dan Rasul-Nya, tentunya masuk surga. Aamiin ya Rabbal'alamin...

Zainab mengambil hikmah yang sangat banyak dari liku-liku kehidupannya, salah satu yang paling penting adalah  "Bukan ekonomi yang harus di perbaiki terlebih dahulu, tapi kedekatan dengan sang penciptalah yang akan memperbaiki semuanya"... Allahu akbar. Semoga menginspirasi


Sepenggal kisah anak rantau
Cici Jang larut dalam kenangan di akhir tahun 2020 
Bengkulu, 31 Desember 2020





Thursday, 24 December 2020

Puisi Damai

 


    ...Damai di sini...

        Oleh: Cici Jang

        Bismillah...
        Di sini...
        Geliat pagi memberi berjuta inspirasi
        Seiring mekar bunga-bunga Islam 
        Nan menebar wangi

        Di sini...
        Ada keluarga, sahabat, dan pemimpin sejati
        Cita-cita murni dan keikhlasan hati
        Sentuhan cahaya Ilahi hangatkan hati
        Sehangat ukhuwah ini

        Di sini...
        Di negeri yang kami cintai
        Kami ingin menyeru! dengan sepenuh hati
        Wahai anak negeri
        Duduklah di sini... melingkar bersama kami

        Di sini...
        Mari dengan damai hati
        Mentadabburi makna hidup ini
        Pada kemuliaan dan Ridho Ilahi
        Itulah yang kami cari di sini...


        Cici Jang merasa damai di sini 
        Bengkulu, 24 Desember 2020







    ...Damai Bersamamu...


    Oleh: Cici jang

    Senyum pagi ini
    Seperti senyum pagi kemarin
    Dan kemarinnya lagi
    Bahkan lebih indah lagi

    Kecup kening pagi ini
    Juga begitu
    Diiringi doa dan dzikir pagi
    Tanda syukur pada Ilahi

    Tawa canda anak-anak kita
    hadirkan bahagia
    mereka tumbuh dengan ceria
    lahir dari didikan ayah

    Lihatlah si sulung rajin bekerja
    telah hapal beberapa ayat juga
    adik-adik kecilnya begitu ramah
    siapa yang mengajarkannya?
    Aku, kamu dan tentu guru-gurunya

    Senyum tersipu perempuan dengan kakunya
    Perlahan ingin menjadi sholihah
    Menunduk bagai permaisuri pada raja bijaksana
    Tak ada lagi yang bisa dikata
    Selain rasa syukur dan bahagia

    Lihat baktiku padamu
    akan kubuktikan itu
    Terima kasih telah mencintaiku
    semoga kuat dengannya wanita rapuh

    Tak ingin rasanya ini berlalu
    Bahagiaku selalu bersamamu
    Semoga di surgapun
    Kita akan bertemu


    Cici Jang Merasa gombal dan damai bersamamu teman hidupku... 😘💗💗💗 
    Bengkulu, 24 Desember 2020







Thursday, 17 December 2020

Puisi Tentang Ibu

 



PUISI UNTUK IBU

Oleh: Cici jang

Ibu...
Bayang wajahmu menyapa rindu
Menggebu rasa ingin bertemu
Seolah terdengar selalu lembut suaramu
Bisikkan cerita dan kata hikmah di telingaku

Ibu...
Berlalu waktu begitu cepat
Sementara kebersamaan kita begitu singkat
Belum cukup usia remajaku dipelukanmu
Kau relakan aku menuntut ilmu, jauh
Katamu demi kebaikanku
Kita begitu merindu
Kala itu doa dan pesanmu penguat hatiku

Ibu...
Terselip doa dan harapanmu
Agar kami selalu tercukupi
Ketika dalam sulitmu
Sedekahmu selalu kau beri

Ibu...
Hanya dalam rahimmu aku merasakan utuh bersamamu
Ketika tali ari menghubungkan aku denganmu
Kita begitu dekat
Napasmu napasku
Nutrisimu nutrisiku
lelahku lelahmu
Aku selalu bersamamu setiap waktu
Hingga waktu itu pun tiba
Dengan sepenuh jihadmu
Melahirkanku

Ibu...
Tak cukup waktu untuk kita
Dimasa kecil kami untuk selalu bersama
sebab beban hidup memaksamu berkerja
agar bisa membantu mencukupi beban keluarga

Ibu...
Kini akupun telah menjadi ibu
Kita tetap terpisah jauh
Kau relakan lagi aku bersama imamku
Seolah tak bertepi rindu

Ibu...
Kuharap bisa merawatmu 
Meski kini kalian belum mau
Namun jika tiba waktumu mau
Pilih aku untuk merawatmu dan ayahku

Wahai cahaya hidup kami
Doa terbaik dari anak-anakmu 
Semoga Allah SWT menjaga dan meridhoi
Untukmu dan ayah terhebatku


Salam rindu Cici jang untuk ayah dan Ibu 
Bengkulu, 17 Desember 2020

Thursday, 10 December 2020

Puisi Tentang Rasul

    Rindu Rasul

        Oleh: Cici Jang

   

        Rindu Rasul

        Bagaimana kusampaikan rasa?
        Bila rindu tak terkira
        Bergetar tubuh, tangispun luruh
        Bilakah bertemu

        Rinduku tak bertepi
        walau kemanapun aku pergi
        Meski shalawatku hanya sekali-kali
        semoga bertemu dalam mimpi-mimpi

        wahai kekasih yang dirindu
        semoga engkaupun membalas rindu
        semoga engkaupun ingin bertemu
        Namun... pantaskah aku?

        
        Cici jang Merindu 
        Bengkulu, 10 Desember 2020

    





Wednesday, 9 December 2020

Puisi Ungkapan Hati

                                                                 


Puisi Ungkapan Hati

Oleh: Cici Jang




Mencipta dan membaca puisi adalah dua hal yang sama-sama menyenangkan bagi saya. Puisi ungkapan hati menurut saya adalah puisi yang tercipta dari berbagai macam kondisi hati yang sedang dirasakan saat itu, dengan menulis puisi seseorang dapat melukiskan dengan indah apa yang sedang ia rasakan. Biasanya puisi dari ungkapan hati akan mempengaruhi pembacanya pada suasana yang digambarkan. Namun tidak semua kesimpulan yang dibuat orang lain adalah benar, yang paling tahu kejadian sebenarnya adalah penulis sendiri.

Puisi "Maaf" yang saya buat adalah puisi yang tercipta dari berbagai kejadian yang saya amati dan ada juga yang saya alami sendiri. Saya memperhatikan salah satu kasus bagaimana seseorang merasa sangat terluka dengan sikap dan perbuatan orang lain, sementara orang lain yang dimaksud justru menunjukkan keegoisannya. Di sisi lain orang yang terluka adalah orang tidak ingin memutuskan tali silahturahim. Pada kasus ini telah berbagai upaya dilakukan oleh orang yang terluka, namun hubungan tidak juga membaik. Berada pada posisi tersebut, ia justru memilih memaafkan dan meminta maaf,  selanjutnya ia memilih mendoakan kebaikan untuk orang tersebut. Menurut saya ini luar biasa, karena melakukan hal tersebut tidak mudah bagi kebanyakan orang.

 

Maaf

Kucoba urai makna
Apa penyebab luka?
Rasa malu dan terhina
Pantaskah dihadapan manusia?

Duhai rasa... Tercipta akibat latah
Lisan latah berucap
Sikap latah menyikap
langkah kaki latah menjejak

Duhai Pencipta...
Izinkan hamba merayu
Bersimpuh, bersujud, bisikkan keluh
Menghiba maaf, ampunan dan kuasa...

Wahai yang maha pemaaf
Hamba pilih mulia dalam pandangan-Mu
Hingga mampu memberi dan meminta maaf
Meski kesalahan tak utuh milikku

Bengkulu, 9 Desember 2020

Saturday, 5 December 2020

Pemula Belajar Menulis

Bingung! Mau Nulis Apa?

Oleh: Cici Jang




Alhamdulillah saya baru saja berhasil membuat Blog sendiri, ini yang kesekian kalinya saya membuat Blog sendiri dengan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya yaitu untuk berkarya. saya ucapkan terima kasih atas bimbingan dan motivasi dari teman-teman yang super. Salut buat kalian yan sudah banyak menghasilkan karya-karya bermanfaat baik untuk diri dan keluarga, orang lain secara umum, maupun dunia pendidikan. 

Sampai di sini saya masih saja bingung "Mau Menulis Apa?" saya punya hobi menulis puisi sejak usia remaja, curhat di buku diary atau sekedar mengomentari suatu kondisi, namun dengan berlalunya waktu saya disibukkan dengan aktivitas rumah tangga dan kantor, maka hobi sayapun jarang sekali saya lakukan lagi. Pernah terpikir ingin membuat karya bermanfaat, paling tidak ada catatan sejarah yang saya buat dalam hidup yang bisa diwariskan untuk anak-cucu dan orang banyak, sampai saat in belum juga kesampaian.  Namun saya masih memiliki mimpi besar tersebut dan bertekad untuk mencapainya. Do'akan ya teman-teman semua.

Saya berharap, semoga saja setelah bergabung dengan komunitas orang-orang hebat ini, saya bisa menghebat juga, bukan untuk bangga-banggaan tapi sebuah kebanggaan bagi saya. Menurut saya keduanya mempunyai arti yang berbeda. Bangga-banggaan sedikit terdengar ada aroma jumawa (maaf jika salah kesimpulan), tapi jika yang digunakan adalah kata kebanggaan bisa bernilai positif.

Menulis dalam keyakinan saya memiliki nilai amal jariyah jika nantinya tulisan kita dapat memberikan inspirasi positif untuk banyak orang, apalagi jika tulisan kita diwariskan kemanfaatannya hingga generasi berikutnya dan berikutnya. Sekarang ini saya merasa energi positif saya bertambah dan menjadikan hati saya bahagia. Menuliskan kebaikan juga mengundang kebaikan dan kebaikan berikutnya.

Saya senang sekali telah menulis perdana untuk Blog saya, berawal dari bingung "Mau Menulis Apa?" akhirnya taraaah.. saya bisa mulai menulis.  

Bengkulu, 5 Desember 2020

                                                                                    

                                                                                              

Kumpulan puisi

Aspek-aspek Perkembangan Siswa SMP (SLTP)

  Aspek-aspek Perkembangan Peserta Didik SMP (SLTP) menurut Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik:     ...