TARHIB RAMADHAN
Makna puasa
Hukum puasa Ramadhan
Keutamaan puasa
Hikmah Disyariatkannya Puasa
Rukun puasa
Apa saja yang bisa kita lakukan dalam menyambut bulan Ramadhan?
1. Doa
“Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad & At-Tabrani)
2. Bergembira dengan kedatangan Ramadhan
Rasulullah SAW selalu men-tabsyir (menyampaikan kabar kembira kepada para sahabat bila Ramadhan datang). Beliau menggembirakan para sahabat berbagai kabar gembira dengan keutamaan bulan Ramadhan. sebagaimana beliau bersabda, "Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan ini penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikan, maka terhalangi dari kebaikan". HR. Nasai
3. Azzam (tekad yang kuat) dan niat yang tulus
Dengan mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka muncul tekad yang kuat dan niat yang tulus untuk dapat memanfaat momen Ramadhan yang hanya satu kali dalam setahun dengan sebaik mungkin. sehingga setiap detik Ramadhan diharapkan berlalu tanpa diisi dengan ibadah dan amal sholeh.
4. Taubat
Hakikat Ramadhan adalah membersihkan diri dari maksiat dan dosa-dosa, dengan memperbanyak taubat dan istighfar dan berazzam sekuat tenaga untuk tidak kembali mengulangi dosa-dosa dan maksiat yang telah dilakukan.
5. Persiapan dan perencanaan target
Agenda ibadah dan amal sholih pada bulan Ramadhan, seperti puasa, tarawih, tilawah Qur'an, infaq/sadaqah, dan ibadah-ibadahnya penting sekali untuk dipersiapkan dan direncanakan dengan matang. dengan target-target tersebut kita akan termotivasi memaksimalkan ibadah dan amal sholeh pada bulan Ramadhan yang mulia.
6. Ilmu tentang Fiqh Ramadhan
Ilmu dipentingkan sebelum beramal, sehingga kita bisa terhindar dari kemungkinan kesalahan dalam beribadah dan beramal sholeh, begitu juga dengan ilmu tentang ibadah puasa Ramadhan. Diantaranya makna dan hakikat puasa, hukum berpuasa di bulan Ramadhan, hal-hal yang dapat mengurangi pahala dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan lain sebagainya.
7.Membersihkan hati dari berbagai sifat dendam dan hasad terhadap sesama muslim.
Sifat hasad (iri dan dengki) merupakan sifat buruk yang sifat buruk yang dapat dapat menghapus amalan kebaikan kita bagaikan api yang melahap kayu bakar. sehingga dikhawatirkan dapat pula menghapus pahala amalan ibadah di bulan Ramadhan, jika sifat hasad terhadap sesama muslim ini tidak diantisipasi.
Secara garis besar persiapan apa saja yang diperlukan dalam menyambut Ramadhan adalah sebagai berikut:
Pertama, Persiapan Ruhiyah.
Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).
Kedua, Persiapan Jasadiyah.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.
Ketiga, Persiapan Maliyah.
Persiapan harta ini bukan hanya untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
Keempat, Persiapan Fikriyah.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
No comments:
Post a Comment