Saturday, 27 August 2022

Aspek-aspek Perkembangan Siswa SMP (SLTP)

 

Aspek-aspek Perkembangan Peserta Didik SMP (SLTP)

menurut Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik:

  

Aspek Perkembangan: Landasan Hidup Religius

1. Pengenalan: Mengenal arti dan tujuan ibadah.

2. Akomodasi: Berminat mempelajari arti dan tujuan setiap bentuk ibadah.

 3. Tindakan: Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri.

 

Aspek Perkembangan: Landasan Perilaku Etis

 1. Pengenalan: Mengenal alasan perlunya menaati aturan/norma berperilaku.

2. Akomodasi: Memahami keragaman aturan/patokan dalam berperilaku dalam konteks budaya.

 3. Tindakan: Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku.

 

Aspek Perkembangan: Kematangan dan Emosi

 1. Pengenalan: Mengenal cara-cara mengekspresikan perubahan secara wajar.

 2. Akomodasi: Memahami keragaman ekspresi perasaan diri dan orang lain.

 3. Tindakan: Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual.

 

Aspek Perkembangan: Kematangan Intelektual

1. Pengenalan: Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

2. Akomodasi: Menyadari adanya resiko dari pengambilan keputusan.

3. Tindakan: Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan resiko yang mungkin terjadi.

 

Aspek Perkembangan: Kesadaran Tanggung Jawab Sosial

1. Pengenalan: Mempelajari cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam lingkungan kehidupan sehari-hari.

2. Akomodasi: Menghargai nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Tindakan: Berinteraksi dengan orang lain atas dasar niali-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup.

 

Aspek Perkembangan: Kesadaran Gender

 1. Pengenalan: Mengenal peran-peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan.

2. Akomodasi: Menghargai peranan diri dan orang lain sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan seharihari.

 3. Tindakan: Berinteraksi dengan lain jenis secara kolaboratif dalam memerankan peran jenis.

 

Aspek Perkembangan:Pengembangan Pribadi

1. Pengenalan Mengenal kemampuan dan keinginan diri.

2. Akomodasi Menerima keadaan diri secara positif.

3. Tindakan Menampilkan perilaku yang merefleksikan keragaman diri dalam lingkungannya.

 

Aspek Perkembangan: Perilaku Kewirausahaan (Kemandirian Perilaku Ekonomis)

1. Pengenalan: Mengenal nilai-nilai perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Akomodasi: Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari.

 3. Tindakan: Membiasakan diri hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari- hari.

 

Aspek Perkembangan: Wawasan dan Kesiapan Karir

1. Pengenalan: Mengekspresikan ragam pekerjaan, pendidikan dan aktivitas dalam kaitan dengan kemampuan diri.

2. Akomodasi: Menyadari keragaman nilai dan persyaratan dan kativitas yang menuntut pemenuhan kemampuan tertentu.

3. Tindakan: Mengidentifikasi ragam alternatif pekerjaan, pendidikan dan aktivitas yang mengandung relevansi dengan kemampuan diri.

 

Aspek Perkembangan: Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya

1. Pengenalan: Mempelajari norma-norma pergaulan dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya.

2. Akomodasi: Menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan.

3. Tindakan: Bekerjasama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya.

 

Aspek Perkembangan: Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga

1. Pengenalan ---

2. Akomodasi ---

3. Tindakan ---

 

Thursday, 15 April 2021

Sabung

 #KamisMenulis #AprilChallenge#Huruf O#OJA edisi 15 April 2021

Belajar menulis, belajar mengeja kata perkata. Belajar menulis juga belajar memperluas wawasan tentang kata-kata. Kali ini saya mencoba meramu kata "oja" dalam bentuk puisi. Makna oja di KBBI adalah: 1 menggalakkan (ayam dan sebagainya) supaya menyerang lawannya; 2 ki memberanikan; menghasut.


Sabung 

Oleh: Cici Jang

Lelaki itu...

melompat berlari kesana-kemari

bertepuk tangan lalu berteriak 

oja ayam jantannya supaya menyerang


Lelaki lain disekitar pun begitu

seru bergemuruh kadang girang kadang rusuh

oja ayam jantan supaya maju

lupa dosa lupa waktu ...


lelaki itu...

menyeka keringat tanda usai berseteru

barulah teringat anak istri menunggu

merogoh isi saku tak lagi utuh


Bengkulu, 15 April 2021













Thursday, 8 April 2021

Kamis Menulis

 

#KamisMenulis #AprilChallenge #TigaKata #HurufH edisi 8 April 2021

HIDUP, HIRUP, HIBUK

Oleh: Cici Jang

Hidup
penuh harapan
untuk menggapai sukses
bahagia dunia dan akhirat.

Hirup udara segar keberhasilan
bila telah nampak 
hasil ikhtiar
kita.

Hibuk
untuk dunia
seolah hidup ini
bertahan seribu tahun lagi.

Hibuk pula untuk  akhirat
seolah esok hari
tidak bertemu
lagi.


Bengkulu, 8 April 2021




Sunday, 4 April 2021

 TARHIB RAMADHAN


Makna puasa

Guna persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, hal penting yang harus kita pahami pertama kali adalah makna dan hakikat dari puasa Ramadhan. Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan ash shiyaam  atau ash shaum. Secara bahasa ash shiyaam artinya adalah al imsaak yaitu menahan diri. Sedangkan secara istilah, ash shiyaam artinya: beribadah kepada Allah Ta’ala dengan menahan diri dari makan, minum dan pembatal puasa lainnya, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Hukum puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah Ta’ala: 
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 183).


Keutamaan puasa

Puasa adalah ibadah yang tidak ada tandingannya
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada Abu Umamah Al Bahili: “Hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya.” (HR. Ahmad, An Nasa-i. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i) 

Allah Ta’ala menyandarkan puasa kepada diri-Nya.
“Allah ‘azza wa jalla berfirman: setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya.” (HR. Bukhari – Muslim).

Puasa menggabungkan 3 jenis kesabaran: sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah atas rasa lapar dan kesulitan yang ia rasakan selama puasa. 

Puasa akan memberikan syafaat di hari kiamat.
ا“Puasa dan Al-Qur’an, keduanya akan memberi syafaat kelak di hari kiamat.” (HR. Ahmad, Thabrani, Al Hakim. Al Haitsami mengatakan: “Semua perawinya dijadikan hujjah dalam Ash Shahih“). 

Orang yang berpuasa akan diganjar dengan ampunan dan pahala yang besar. 
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35) 

Puasa adalah perisai dari api neraka
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari – Muslim) Puasa adalah sebab masuk ke dalam surga. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di surga ada delapan pintu, diantaranya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan. Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari).

Hikmah Disyariatkannya Puasa

1. Mendidik manusia dalam mengendalikan keinginan dan sabar dalam menahan diri 
2. Puasa membuat orang merasakan nikmat dari Allah Ta’ala 
3. Puasa adalah wasilah untuk mengokohkan ketaqwaan kepada Allah. 
4. Puasa menahan laju godaan setan 
5. Puasa menimbulkan rasa iba dan sayang kepada kaum miskin 
6. Puasa membersihkan badan dari elemen-elemen yang tidak baik dan membuat badan sehat 

Rukun puasa 

1. Niat 
2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa 
3. Menepati rentang waktu puasa


Apa saja yang bisa kita lakukan dalam menyambut bulan Ramadhan?

1. Doa

Sebagai seorang mukmin/mukminah layaknya menyambut bulan Ramadhan dengan memperbanyak doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang mulia ini, sebagai mana yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW, doa tersebut diantaranya:

Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad & At-Tabrani)


2. Bergembira dengan kedatangan Ramadhan


Rasulullah SAW selalu men-tabsyir (menyampaikan kabar kembira kepada para sahabat bila Ramadhan datang). Beliau menggembirakan para sahabat berbagai kabar gembira dengan keutamaan bulan Ramadhan. sebagaimana beliau bersabda, "Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan ini penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikan, maka terhalangi dari kebaikan". HR. Nasai


3. Azzam (tekad yang kuat) dan niat yang tulus

Dengan mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka muncul tekad yang kuat dan niat yang tulus untuk dapat memanfaat momen Ramadhan yang hanya satu kali dalam setahun dengan sebaik mungkin. sehingga setiap detik Ramadhan diharapkan berlalu tanpa diisi dengan ibadah dan amal sholeh.


4. Taubat

Hakikat Ramadhan adalah membersihkan diri dari maksiat dan dosa-dosa, dengan memperbanyak taubat dan istighfar dan berazzam sekuat tenaga untuk tidak kembali mengulangi dosa-dosa dan maksiat yang telah dilakukan.


5. Persiapan dan perencanaan target

Agenda ibadah dan amal sholih pada bulan Ramadhan, seperti puasa, tarawih, tilawah Qur'an, infaq/sadaqah, dan ibadah-ibadahnya penting sekali untuk dipersiapkan dan direncanakan dengan matang. dengan target-target tersebut kita akan termotivasi memaksimalkan ibadah dan amal sholeh pada bulan Ramadhan yang mulia.


6. Ilmu tentang Fiqh Ramadhan

Ilmu dipentingkan sebelum beramal, sehingga kita bisa terhindar dari kemungkinan kesalahan dalam beribadah dan beramal sholeh, begitu juga dengan ilmu tentang ibadah puasa Ramadhan. Diantaranya makna dan hakikat puasa, hukum berpuasa di bulan Ramadhan, hal-hal yang dapat mengurangi pahala dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan lain sebagainya.


7.Membersihkan hati dari berbagai sifat dendam dan hasad terhadap sesama muslim.

Sifat hasad (iri dan dengki) merupakan sifat buruk yang sifat buruk yang dapat dapat menghapus amalan kebaikan kita bagaikan api yang melahap kayu bakar. sehingga dikhawatirkan dapat pula menghapus pahala amalan ibadah di bulan Ramadhan, jika sifat hasad terhadap sesama muslim ini tidak diantisipasi.



Secara garis besar persiapan apa saja yang diperlukan dalam menyambut Ramadhan adalah sebagai berikut:



Pertama, Persiapan Ruhiyah. 

Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).



Kedua, Persiapan Jasadiyah. 

Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.


Ketiga, Persiapan Maliyah. 

Persiapan harta ini bukan hanya untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.


Keempat, Persiapan Fikriyah. 

Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.




Friday, 5 February 2021

Puisi Religi

Semesta pada-Nya




Semesta pada-Nya

Oleh: Cici Jang


Bukan hanya tentang bumi

langit atau sebagian alam

Bertasbih malaikat memenuhi langit

Semesta tunduk dan patuh pada-Nya


Bahkan bumi  dan matahari 

tak bisa melambat sedetik pun

atau mempercepat rotasinya

tanpa ada perintah dari-Nya


Alam semesta mengembang

Lalu cahaya tetap pada kecepatannya

oksigen tetap pada kadarnya 

gelombang laut menjalankan perintah-Nya


pohon-pohon tumbuh

burung-burung terbang

bebatuan dan gemericik air

bahkan ikan-ikan di lautan bertasbih


Semesta tunduk dan patuh pada-Nya

Mengagungkan-Nya

Menyembah pasrah pada-Nya

kecuali kesombongan


Bengkulu, 05 Februari 2021








  






Sunday, 31 January 2021

Friday, 29 January 2021

Ihsan, berbuat yang terbaik

 

Cicijang.blogspot.com


Pengertian Ihsan


Ihsan berasal dari kata حَسُنَ yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah اِحْسَانْ, yang artinya kebaikan.  


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini.

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” (al-Isra’: 7)

“…Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….” (al-Qashash:77)


Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah SW


Dalam hadist kedua Arbain Nawawi disebutkan tentang rukun agama (اركان الدين), yaitu:

ISLAM sebagai komitmen operasional, IMAN sebagai komitmen moral, dan IHSAN merupakan kualitas operasional (kualitas amal orang-orang yang beriman).



Alasan Berbuat IHSAN


1. IHSAN karena muroqobatullah


Ihsan berkaitan dengan kualitas kerja (operasional), oleh karena itu ihsan akan muncul jika perasaan terhadap pengawasan Allah senantiasa ada. Sehingga kerjanya selalu sesuai dengan tuntutan yang ada, meskipun tidak ada orang lain yang mengawasinya.


Rasulullah SAW bersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .

“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)



2. IHSAN karena ihsanullah


Ihsanullah juga muncul karena adanya perasaan atau kesadaran akan limpahan kebaikan Allah SWT. Kerja atau amal dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dalam format yang sebaik-baiknya.


Keduanya (Muroqobatullah dan Ihsanullah) ini, pertama-tama akan memunculkan niat atau motivasi yang baik dalam bekerja atau beramal. 


Unsur-unsur Ihsan:


1. Niat yang ikhlas 




Unsur yang pertama dari ihsan adalah niat yang ikhlas. Setiap sesuatu dapat ternoda oleh yang lain. Jika sesuatu itu bersih dan terhindar dari kotoran, maka dinamakan KHALIS. Pekerjaan membersihkan disebut IKHLAS. Niat yang IKHLAS merupan syarat diterimanya suatu amal. 


إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Tiga amal yang IKHLAS

Ada 3 amal yang termasuk ikhlas adalah:

 1. Beramal karena takut siksa Allah, (QS. 27:89-90). Disebut amalnya hamba. 

 2. Beramal karena mencari pahala, (QS. 16:97). Disebut amalnya pedagang.

 3. Beramal karena bersyukur. Ini amalnya orang yang bersyukur.

Ketiga jenis amal ini adalah amal yang diterima oleh Allah SWT. Dan yang paling tinggi adalah amal karena bersyukur dan merupakan amal yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

2. Amal yang Rapi

Setelah ikhlas, unsur ihsan yang kedua adalah kerja yang rapi (profesional). Ciri utama kerja-kerja yang profesional adalah perhatian yang besar terhadap detailasi (setiap faktor yang mempengaruhi diperhitungkan masak-masak).


Amal Terbaik

Allah pun ingin menguji diantara hambanya, siapakah yang paling baik amalnya. (QS. 11:17, 18:7,30, 67:2)

Fudhail bin Iyadh mengatakan bahwa yang dimaksud ahsanu'amala adalah amal yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan sunnah. 

Muhammad bin 'Ajlan mengatakan: bukan yang paling banyak amalnya. 

Jadi yang diinginkan oleh Allah adalah  yang terbaik dari amal-amal kita. Yaitu amal-amal yang terbaik dalam setiap tahapannya; seperti perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan pengawasan.

Bekerja dengan orang lain saja kita selalu dituntut untuk dapat melakukan yang terbaik, lalu bagaimana dengan amal kita untuk Allah SWT? apalagi untuk bekal kita di akhirat, tentu sudah seharusnya kita berikan yang terbaik.

3. Penyelesaian yang baik

Jika di awal sudah baik niat dan pelaksanaannya, kemudian diakhiri dengan tidak baik, kemungkinan hasilnya pun menjadi kurang baik. maka unsur yang ketiga dari ihsan adalah penyelesaian yang baik. (QS. 94:7): Jika selesai melakukan pekerjaan, kerjakan yang lainnya dengan sungguh-sungguh.


Jika ketiga unsur ihsan itu sudah terpenuhi, maka berarti sudah melakukan amal yang ihsan. Amal yang ihsan itu diwajibkan oleh Allah SWT dalam segala hal. 


Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW memberi contoh dalam masalah penyembelihan. Kepada hewan saja kita wajib ihsan, apalagi kepada manusia. 



Balasan dari Ihsan

Bagi yang berbuat ihsan, maka Allah akan memberikan beberapa balasan yaitu:

1. Dicintai Allah SWT (2:195, 5:13)

Yang pertama adalah memperoleh cinta dari Allah SWT.

2. Mendapatkan Pahala (3:148, 55:60, 10:26)

Balasan yang kedua adalah mendapatkan balasan dari Allah baik di dunia maupun akhirat. Tidak ada balasan ihsan kecuali ihsan lagi, yaitu surga. Bagi yang Ihsan maka akan mendapatkan al-husna (surga) dan bonus ziyadah yaitu, dilipat gandakan 10-700 kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu. Sedangkan grand bonusnya adalah melihat Allah SWT.

3. Mendapatkan Pertolongan Allah (16:128, 29:69)

Yang ketiga balasan dari ihsan adalah mendapatkan pertolongan Allah.
Orang yang ihsan selalu disertai oleh Allah secara khusus, sehingga segala kesulitan dan bencana yang menimpa akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah. contohnya mendapatkan kemudahan, mendapatkan petunjuk, mendapatkan jalan keluar, dan dimenangkan dari orang-orang yang memusuhinya.










Thursday, 28 January 2021

Puisi tentang Sahabat

 

Tema tantangan menulis kamis kali ini bebas, kebetulan ada puisi lama direvisi sedikit. walaupun hampir terlambat. 

Mengenangmu Sahabat

Oleh: Cici Jang

Sebenarnya aku merindu

namun kaku

sering diam-diam terpanah

lama...


Hingga suatu hari

sunyi kusesali

tak pernah kutemukan lagi

sahabat persis dirimu


Sahabat...

Biarlah ini jadi kenangan

Masih kurasakan hadirmu

Namun tak bisa lagi kutatap


Bengkulu, 28 Januari 2021


Baru Bertemu Sehari, pergi


Oleh: Cici Jang

Terdiam
tanpa kata
hanya bisa mengenang
semua terjadi begitu cepat.

Baru saja kemarin bertemu
kau tuturkan kisah
begitu menggugah 
rasa.

Pedih!
kisah hidupmu
pun ikut kutangisi
kerasnya hidup kau jalani.

Terkejut
hatiku kalut
menerima berita kepergian
baru bertemu sehari, pergi

Bengkulu, 28 Januari 2021






Thursday, 21 January 2021

Menulis tentang Suakamargakata "Lose"

 



Lose?

Oleh: Cici Jang

 

Lose

Sebuah kata

Penuhi tantangan menulis

Pada cerahnya hari kamis.

 

Menjelajah dunia maya aku

mencari arti kata

untuk pahami

lose?

 

Sibuk

Dengan tugas

Tak membuat surut

Agar terangkai puisi lose.

 

Dalam KBBI kelas tertinggi

Atau kelas terbaik

Gedung bioskop?

Lose?


Arkais?

Suaka margakata?

tak lazim digunakan?

lose  adalah salah satunya

   

Walau memaksanya jadi patidusa

Semoga tetap bermakna

goresan tentang

lose


Ah!

Begini saja

Tersenyum dalam hati

Nyatanya telah jadi puisi.


Bengkulu, 21 January 2021

Thursday, 14 January 2021

Contoh Penulisan Profil

Contoh Tulisan tentang Profil

Oleh: Cici Jang





Tantangan Kamis Menulis kali ini lebih seru, yaitu menulis profil sahabat lage. Saya dapat tantangan menulis profil salah satu sahabat lage yaitu anak muda yang memiliki banyak prestasi luar biasa dalam bidang tulis-menulis. Ketika melihat profil beliau saya langsung komentar "wah! ini sudah lengkap profilnya dan keren habis, terus saya menulis apalagi? Namun saya berusaha menulis kembali profil beliau dengan gaya tulisan saya, sedikit yang bisa saya edit, selebihnya adalah data. penasaran kan? ini dia profil beliau.

Nama pena WIN ANSAR aslinya ANSAR SALIHIN, ia lahir di Negeri Berselimut Kabut Desa Buntul Kepies, Bener Meriah, Aceh (11 Juni 1991). Anak kedua dari tiga bersaudara lahir dari kedua orang tua hebat yang bekerja sebagai petani kopi dan palawija. Tahun 2019 menikah  dengan Tiara Mairani gadis pilihannya. Sekarang tinggal di Pidie, Aceh.  Bekerja sebagai PNS guru Seni Budaya di MTsN 5 Pidie. Sebelum nya ia juga pernah bekerja sebagai guru di SMK N 1 Mesjid Raya Aceh Besar (2014-2019) dan Dosen di ISBI Aceh (2015-2017).

Pendidikan  formal ia tempuh di SDN 1 Buntul Kemumu, Bener Meriah (2004), SMP 3 Bandar, Bener Meriah (2007), dan SMK 1 Mesjid Raya Aceh Besar Kompetensi keahlian Seni Rupa dengan Program Keahlian Seni Kriya Kayu (2010). Selanjutnya menyelesaiakn S1 di Jurusan Seni Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Sumatera Barat (2014) dan S2 Program Studi Pengkajian Seni Pascasarjana ISI Padangpanjang (2019).

Win Ansar pernah memenangkan juara III lomba Karya tulis Ilmiah Dies Natalis ISI Padang panjang tahun 2010  dengan Judul “Jadikan Menulis sebagai Tradisi Mahasiswa” dan mendapat Juara I Pemilihan Mahasiswa berprestasi Tingkat Kampus ISI padangpanjang tahun 2012,  yang berjudul “Kreatifitas Seniman Berlandaskan Budaya”. Selanjutnya beliau menjadi pemenang lomba terbit buku gratis antologi puisi diselenggarakan FAM Indonesia (2018).

Berikut karya-karya luar biasa dari Win Ansar diantaranya; buku Antologi Puisi Tunggal Berjudul “Emun” Terbitan FAM Publishing (Kediri, 2019). Sementara Antologi Puisinya telah terbit dalam antologi Puisi PASA tiga bahasa (Gayo, Indonesia, Inggris) bersama 11 penyair Gayo terbitan The Gayo Institut Takengon (Aceh Tengah-2012). Kemudian Antologi Puisi Secangkir Kopi (Indonesia dan Inggris) terbitan The Gayo Institut Takengon (Banda Aceh-2013), Antologi Puisi 100 Makna Suara Kasih Ayah dan Bunda Penerbit Oksana (Bali, 2014), Antologi puisi indahnya Ramadhan (2014 Antologi Puisi “Kasih Sayang Ayah Ibu” Terbitan Pena House, Jakarta (2014), Antologi Puisi “Senarai Diksi” Terbitan  Pena House (2014), Antologi Puisi “Ramadhan Mengaspirasi” Terbitan FAM Indonesia (2014), Antologi Puisi “Ramadhan Ku” Terbitan Alzahra (2014), Antologi Puisi “Laut Ku Laut Mu” Terbitan FAM Indonesia (2015), Antologi Puisi “Kampung Halaman” Terbitan FAM Indionesia (2015), Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid II Terbitan FAM Indonesia (2015), “Semangat Kemerdekaan” Penerbit Hanami (2015) Antologi Cerpen “Indahnya Langit” FAM Indonesia (2015), Antologi Puisi “Ayah” FAM Indonesia (2016), Antologi Puisi “Kopi 1.550 MDPL” The Gayo Institut (2016) Antologi Puisi “Aceh 5:03 6,4 SR” Komuitas Seni Kuflet & FAM Indonesia (2017), Antologi Sastra 80 Tahun L.K. Ara “Jejak Kata” Imaji (2017), Antologi Puisi Penyair Asia Tenggara “Efitaf Kota Hujan” FPL & Dinas Perpustakaan Padangpanjang (2018), Antologi Puisi Konfrensi Penyair Dunia “Wangian Kembang Malaysia” Malaysia (2018), Antologi Puisi Imam Bonjol, terbitan Dinas Perpustakaan Pasaman Barat (2019) dan Antologi puisi 5 penyair Gayo, Terbitan The Gayo Institut (2020).

Guna mendukung kreativitas karyanya serta berbagi ilmu kepada orang lain, Win Ansar bergabung dengan beberapa komunitas seni dan sastra diantaranya: Sekretaris Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, Koordinator FAM Wilayah Aceh, Kominte Dewan Kesenian Aceh, Pembina FAM Jantho, Pembina Sanggar Literasi Sajak, Peneliti The Gayo Institut Bener Meriah, Kabid Riset Dewan Kesenian Pidie, Sekretaris Sanggar Cempala Karya Banda Aceh dan Anggota Forum Sarjana Seni Gayo.

Kegiatan menulis sudah dimulai sejak bergabung di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang (2011), mulai menulis di Blog tahun 2011 untuk menyimpan tugas kuliah, kemudian 2013 mulai serius mengelola wordpress, setelah itu membuat media online lintasjantho.com (2016), mengelola media online eduarnews.id (2017) dan sekarang fokus mengelola website pribadi/blog winansar.com (2020)

Penulis muda berprestasi asal gayo ini, biografinya masuk dalam Ensiklopedia Penulis Indonesia jilid 2 yang diterbitkan oleh FAM Publishing Forum Aktif Menulis Indonesia (Desember 2014). dengan fokus menulis dan berkesenian itulah sub judul dalam buku tersebut di halaman 142-147 yang menceritakan tentang riwayat hidup dan perjalanan kreativitas menulis beliau.

Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang beliau, silahkan kunjungi Blog: https://www.winansar.com dan https://winansar.wordpress. Dan ini adalah Email beliau: weinansar@gmail.com


Kumpulan puisi

Aspek-aspek Perkembangan Siswa SMP (SLTP)

  Aspek-aspek Perkembangan Peserta Didik SMP (SLTP) menurut Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik:     ...