Cicijang.blogspot.com
Pengertian Ihsan
Ihsan berasal dari kata حَسُنَ yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah اِحْسَانْ, yang artinya kebaikan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini.
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” (al-Isra’: 7)
“…Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….” (al-Qashash:77)
Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah SW
Dalam hadist kedua Arbain Nawawi disebutkan tentang rukun agama (اركان الدين), yaitu:
ISLAM sebagai komitmen operasional, IMAN sebagai komitmen moral, dan IHSAN merupakan kualitas operasional (kualitas amal orang-orang yang beriman).
Alasan Berbuat IHSAN
1. IHSAN karena muroqobatullah
Ihsan berkaitan dengan kualitas kerja (operasional), oleh karena itu ihsan akan muncul jika perasaan terhadap pengawasan Allah senantiasa ada. Sehingga kerjanya selalu sesuai dengan tuntutan yang ada, meskipun tidak ada orang lain yang mengawasinya.
Rasulullah SAW bersabda:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .
“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)
2. IHSAN karena ihsanullah
Ihsanullah juga muncul karena adanya perasaan atau kesadaran akan limpahan kebaikan Allah SWT. Kerja atau amal dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dalam format yang sebaik-baiknya.
Keduanya (Muroqobatullah dan Ihsanullah) ini, pertama-tama akan memunculkan niat atau motivasi yang baik dalam bekerja atau beramal.
Unsur-unsur Ihsan:
1. Niat yang ikhlas
Unsur yang pertama dari ihsan adalah niat yang ikhlas. Setiap sesuatu dapat ternoda oleh yang lain. Jika sesuatu itu bersih dan terhindar dari kotoran, maka dinamakan KHALIS. Pekerjaan membersihkan disebut IKHLAS. Niat yang IKHLAS merupan syarat diterimanya suatu amal.
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Tiga amal yang IKHLAS
Ada 3 amal yang termasuk ikhlas adalah:
1. Beramal karena takut siksa Allah, (QS. 27:89-90). Disebut amalnya hamba.
2. Beramal karena mencari pahala, (QS. 16:97). Disebut amalnya pedagang.
3. Beramal karena bersyukur. Ini amalnya orang yang bersyukur.
Ketiga jenis amal ini adalah amal yang diterima oleh Allah SWT. Dan yang paling tinggi adalah amal karena bersyukur dan merupakan amal yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.
2. Amal yang Rapi
Setelah ikhlas, unsur ihsan yang kedua adalah kerja yang rapi (profesional). Ciri utama kerja-kerja yang profesional adalah perhatian yang besar terhadap detailasi (setiap faktor yang mempengaruhi diperhitungkan masak-masak).
Amal Terbaik
Allah pun ingin menguji diantara hambanya, siapakah yang paling baik amalnya. (QS. 11:17, 18:7,30, 67:2)
Fudhail bin Iyadh mengatakan bahwa yang dimaksud ahsanu'amala adalah amal yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan sunnah.
Muhammad bin 'Ajlan mengatakan: bukan yang paling banyak amalnya.
Jadi yang diinginkan oleh Allah adalah yang terbaik dari amal-amal kita. Yaitu amal-amal yang terbaik dalam setiap tahapannya; seperti perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan pengawasan.
Bekerja dengan orang lain saja kita selalu dituntut untuk dapat melakukan yang terbaik, lalu bagaimana dengan amal kita untuk Allah SWT? apalagi untuk bekal kita di akhirat, tentu sudah seharusnya kita berikan yang terbaik.
3. Penyelesaian yang baik
Jika di awal sudah baik niat dan pelaksanaannya, kemudian diakhiri dengan tidak baik, kemungkinan hasilnya pun menjadi kurang baik. maka unsur yang ketiga dari ihsan adalah penyelesaian yang baik. (QS. 94:7): Jika selesai melakukan pekerjaan, kerjakan yang lainnya dengan sungguh-sungguh.







Selalu belajar untuk bisa Ihsan, makasih nasehatnya teman
ReplyDeleteSama2 saya juga sedang belajar Ihsan.
DeleteKita harus selalu berusaha untuk ihsan, apalagi terkait dwngan profesi kita sebagai pendidik..
ReplyDeleteIya ambu, mudah2an kita bisa terus berusaha Ihsan dalam kondisi apapun
ReplyDeleteIhsan yg ikhlas.
ReplyDeleteAamiin
Terimakasih sudah berbagi Bu
Sama2 terima kasih sudah mampir pak..
DeleteSama2 pak, terima kasih sudah mampir.
DeleteLuar biasa... Uraian kata demi kata
ReplyDeleteTerima kasih bu sudah mampir.
ReplyDelete