Sunday, 31 January 2021

Friday, 29 January 2021

Ihsan, berbuat yang terbaik

 

Cicijang.blogspot.com


Pengertian Ihsan


Ihsan berasal dari kata حَسُنَ yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah اِحْسَانْ, yang artinya kebaikan.  


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini.

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” (al-Isra’: 7)

“…Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….” (al-Qashash:77)


Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah SW


Dalam hadist kedua Arbain Nawawi disebutkan tentang rukun agama (اركان الدين), yaitu:

ISLAM sebagai komitmen operasional, IMAN sebagai komitmen moral, dan IHSAN merupakan kualitas operasional (kualitas amal orang-orang yang beriman).



Alasan Berbuat IHSAN


1. IHSAN karena muroqobatullah


Ihsan berkaitan dengan kualitas kerja (operasional), oleh karena itu ihsan akan muncul jika perasaan terhadap pengawasan Allah senantiasa ada. Sehingga kerjanya selalu sesuai dengan tuntutan yang ada, meskipun tidak ada orang lain yang mengawasinya.


Rasulullah SAW bersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .

“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)



2. IHSAN karena ihsanullah


Ihsanullah juga muncul karena adanya perasaan atau kesadaran akan limpahan kebaikan Allah SWT. Kerja atau amal dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dalam format yang sebaik-baiknya.


Keduanya (Muroqobatullah dan Ihsanullah) ini, pertama-tama akan memunculkan niat atau motivasi yang baik dalam bekerja atau beramal. 


Unsur-unsur Ihsan:


1. Niat yang ikhlas 




Unsur yang pertama dari ihsan adalah niat yang ikhlas. Setiap sesuatu dapat ternoda oleh yang lain. Jika sesuatu itu bersih dan terhindar dari kotoran, maka dinamakan KHALIS. Pekerjaan membersihkan disebut IKHLAS. Niat yang IKHLAS merupan syarat diterimanya suatu amal. 


إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Tiga amal yang IKHLAS

Ada 3 amal yang termasuk ikhlas adalah:

 1. Beramal karena takut siksa Allah, (QS. 27:89-90). Disebut amalnya hamba. 

 2. Beramal karena mencari pahala, (QS. 16:97). Disebut amalnya pedagang.

 3. Beramal karena bersyukur. Ini amalnya orang yang bersyukur.

Ketiga jenis amal ini adalah amal yang diterima oleh Allah SWT. Dan yang paling tinggi adalah amal karena bersyukur dan merupakan amal yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

2. Amal yang Rapi

Setelah ikhlas, unsur ihsan yang kedua adalah kerja yang rapi (profesional). Ciri utama kerja-kerja yang profesional adalah perhatian yang besar terhadap detailasi (setiap faktor yang mempengaruhi diperhitungkan masak-masak).


Amal Terbaik

Allah pun ingin menguji diantara hambanya, siapakah yang paling baik amalnya. (QS. 11:17, 18:7,30, 67:2)

Fudhail bin Iyadh mengatakan bahwa yang dimaksud ahsanu'amala adalah amal yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan sunnah. 

Muhammad bin 'Ajlan mengatakan: bukan yang paling banyak amalnya. 

Jadi yang diinginkan oleh Allah adalah  yang terbaik dari amal-amal kita. Yaitu amal-amal yang terbaik dalam setiap tahapannya; seperti perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan pengawasan.

Bekerja dengan orang lain saja kita selalu dituntut untuk dapat melakukan yang terbaik, lalu bagaimana dengan amal kita untuk Allah SWT? apalagi untuk bekal kita di akhirat, tentu sudah seharusnya kita berikan yang terbaik.

3. Penyelesaian yang baik

Jika di awal sudah baik niat dan pelaksanaannya, kemudian diakhiri dengan tidak baik, kemungkinan hasilnya pun menjadi kurang baik. maka unsur yang ketiga dari ihsan adalah penyelesaian yang baik. (QS. 94:7): Jika selesai melakukan pekerjaan, kerjakan yang lainnya dengan sungguh-sungguh.


Jika ketiga unsur ihsan itu sudah terpenuhi, maka berarti sudah melakukan amal yang ihsan. Amal yang ihsan itu diwajibkan oleh Allah SWT dalam segala hal. 


Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW memberi contoh dalam masalah penyembelihan. Kepada hewan saja kita wajib ihsan, apalagi kepada manusia. 



Balasan dari Ihsan

Bagi yang berbuat ihsan, maka Allah akan memberikan beberapa balasan yaitu:

1. Dicintai Allah SWT (2:195, 5:13)

Yang pertama adalah memperoleh cinta dari Allah SWT.

2. Mendapatkan Pahala (3:148, 55:60, 10:26)

Balasan yang kedua adalah mendapatkan balasan dari Allah baik di dunia maupun akhirat. Tidak ada balasan ihsan kecuali ihsan lagi, yaitu surga. Bagi yang Ihsan maka akan mendapatkan al-husna (surga) dan bonus ziyadah yaitu, dilipat gandakan 10-700 kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu. Sedangkan grand bonusnya adalah melihat Allah SWT.

3. Mendapatkan Pertolongan Allah (16:128, 29:69)

Yang ketiga balasan dari ihsan adalah mendapatkan pertolongan Allah.
Orang yang ihsan selalu disertai oleh Allah secara khusus, sehingga segala kesulitan dan bencana yang menimpa akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah. contohnya mendapatkan kemudahan, mendapatkan petunjuk, mendapatkan jalan keluar, dan dimenangkan dari orang-orang yang memusuhinya.










Thursday, 28 January 2021

Puisi tentang Sahabat

 

Tema tantangan menulis kamis kali ini bebas, kebetulan ada puisi lama direvisi sedikit. walaupun hampir terlambat. 

Mengenangmu Sahabat

Oleh: Cici Jang

Sebenarnya aku merindu

namun kaku

sering diam-diam terpanah

lama...


Hingga suatu hari

sunyi kusesali

tak pernah kutemukan lagi

sahabat persis dirimu


Sahabat...

Biarlah ini jadi kenangan

Masih kurasakan hadirmu

Namun tak bisa lagi kutatap


Bengkulu, 28 Januari 2021


Baru Bertemu Sehari, pergi


Oleh: Cici Jang

Terdiam
tanpa kata
hanya bisa mengenang
semua terjadi begitu cepat.

Baru saja kemarin bertemu
kau tuturkan kisah
begitu menggugah 
rasa.

Pedih!
kisah hidupmu
pun ikut kutangisi
kerasnya hidup kau jalani.

Terkejut
hatiku kalut
menerima berita kepergian
baru bertemu sehari, pergi

Bengkulu, 28 Januari 2021






Thursday, 21 January 2021

Menulis tentang Suakamargakata "Lose"

 



Lose?

Oleh: Cici Jang

 

Lose

Sebuah kata

Penuhi tantangan menulis

Pada cerahnya hari kamis.

 

Menjelajah dunia maya aku

mencari arti kata

untuk pahami

lose?

 

Sibuk

Dengan tugas

Tak membuat surut

Agar terangkai puisi lose.

 

Dalam KBBI kelas tertinggi

Atau kelas terbaik

Gedung bioskop?

Lose?


Arkais?

Suaka margakata?

tak lazim digunakan?

lose  adalah salah satunya

   

Walau memaksanya jadi patidusa

Semoga tetap bermakna

goresan tentang

lose


Ah!

Begini saja

Tersenyum dalam hati

Nyatanya telah jadi puisi.


Bengkulu, 21 January 2021

Thursday, 14 January 2021

Contoh Penulisan Profil

Contoh Tulisan tentang Profil

Oleh: Cici Jang





Tantangan Kamis Menulis kali ini lebih seru, yaitu menulis profil sahabat lage. Saya dapat tantangan menulis profil salah satu sahabat lage yaitu anak muda yang memiliki banyak prestasi luar biasa dalam bidang tulis-menulis. Ketika melihat profil beliau saya langsung komentar "wah! ini sudah lengkap profilnya dan keren habis, terus saya menulis apalagi? Namun saya berusaha menulis kembali profil beliau dengan gaya tulisan saya, sedikit yang bisa saya edit, selebihnya adalah data. penasaran kan? ini dia profil beliau.

Nama pena WIN ANSAR aslinya ANSAR SALIHIN, ia lahir di Negeri Berselimut Kabut Desa Buntul Kepies, Bener Meriah, Aceh (11 Juni 1991). Anak kedua dari tiga bersaudara lahir dari kedua orang tua hebat yang bekerja sebagai petani kopi dan palawija. Tahun 2019 menikah  dengan Tiara Mairani gadis pilihannya. Sekarang tinggal di Pidie, Aceh.  Bekerja sebagai PNS guru Seni Budaya di MTsN 5 Pidie. Sebelum nya ia juga pernah bekerja sebagai guru di SMK N 1 Mesjid Raya Aceh Besar (2014-2019) dan Dosen di ISBI Aceh (2015-2017).

Pendidikan  formal ia tempuh di SDN 1 Buntul Kemumu, Bener Meriah (2004), SMP 3 Bandar, Bener Meriah (2007), dan SMK 1 Mesjid Raya Aceh Besar Kompetensi keahlian Seni Rupa dengan Program Keahlian Seni Kriya Kayu (2010). Selanjutnya menyelesaiakn S1 di Jurusan Seni Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Sumatera Barat (2014) dan S2 Program Studi Pengkajian Seni Pascasarjana ISI Padangpanjang (2019).

Win Ansar pernah memenangkan juara III lomba Karya tulis Ilmiah Dies Natalis ISI Padang panjang tahun 2010  dengan Judul “Jadikan Menulis sebagai Tradisi Mahasiswa” dan mendapat Juara I Pemilihan Mahasiswa berprestasi Tingkat Kampus ISI padangpanjang tahun 2012,  yang berjudul “Kreatifitas Seniman Berlandaskan Budaya”. Selanjutnya beliau menjadi pemenang lomba terbit buku gratis antologi puisi diselenggarakan FAM Indonesia (2018).

Berikut karya-karya luar biasa dari Win Ansar diantaranya; buku Antologi Puisi Tunggal Berjudul “Emun” Terbitan FAM Publishing (Kediri, 2019). Sementara Antologi Puisinya telah terbit dalam antologi Puisi PASA tiga bahasa (Gayo, Indonesia, Inggris) bersama 11 penyair Gayo terbitan The Gayo Institut Takengon (Aceh Tengah-2012). Kemudian Antologi Puisi Secangkir Kopi (Indonesia dan Inggris) terbitan The Gayo Institut Takengon (Banda Aceh-2013), Antologi Puisi 100 Makna Suara Kasih Ayah dan Bunda Penerbit Oksana (Bali, 2014), Antologi puisi indahnya Ramadhan (2014 Antologi Puisi “Kasih Sayang Ayah Ibu” Terbitan Pena House, Jakarta (2014), Antologi Puisi “Senarai Diksi” Terbitan  Pena House (2014), Antologi Puisi “Ramadhan Mengaspirasi” Terbitan FAM Indonesia (2014), Antologi Puisi “Ramadhan Ku” Terbitan Alzahra (2014), Antologi Puisi “Laut Ku Laut Mu” Terbitan FAM Indonesia (2015), Antologi Puisi “Kampung Halaman” Terbitan FAM Indionesia (2015), Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid II Terbitan FAM Indonesia (2015), “Semangat Kemerdekaan” Penerbit Hanami (2015) Antologi Cerpen “Indahnya Langit” FAM Indonesia (2015), Antologi Puisi “Ayah” FAM Indonesia (2016), Antologi Puisi “Kopi 1.550 MDPL” The Gayo Institut (2016) Antologi Puisi “Aceh 5:03 6,4 SR” Komuitas Seni Kuflet & FAM Indonesia (2017), Antologi Sastra 80 Tahun L.K. Ara “Jejak Kata” Imaji (2017), Antologi Puisi Penyair Asia Tenggara “Efitaf Kota Hujan” FPL & Dinas Perpustakaan Padangpanjang (2018), Antologi Puisi Konfrensi Penyair Dunia “Wangian Kembang Malaysia” Malaysia (2018), Antologi Puisi Imam Bonjol, terbitan Dinas Perpustakaan Pasaman Barat (2019) dan Antologi puisi 5 penyair Gayo, Terbitan The Gayo Institut (2020).

Guna mendukung kreativitas karyanya serta berbagi ilmu kepada orang lain, Win Ansar bergabung dengan beberapa komunitas seni dan sastra diantaranya: Sekretaris Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, Koordinator FAM Wilayah Aceh, Kominte Dewan Kesenian Aceh, Pembina FAM Jantho, Pembina Sanggar Literasi Sajak, Peneliti The Gayo Institut Bener Meriah, Kabid Riset Dewan Kesenian Pidie, Sekretaris Sanggar Cempala Karya Banda Aceh dan Anggota Forum Sarjana Seni Gayo.

Kegiatan menulis sudah dimulai sejak bergabung di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang (2011), mulai menulis di Blog tahun 2011 untuk menyimpan tugas kuliah, kemudian 2013 mulai serius mengelola wordpress, setelah itu membuat media online lintasjantho.com (2016), mengelola media online eduarnews.id (2017) dan sekarang fokus mengelola website pribadi/blog winansar.com (2020)

Penulis muda berprestasi asal gayo ini, biografinya masuk dalam Ensiklopedia Penulis Indonesia jilid 2 yang diterbitkan oleh FAM Publishing Forum Aktif Menulis Indonesia (Desember 2014). dengan fokus menulis dan berkesenian itulah sub judul dalam buku tersebut di halaman 142-147 yang menceritakan tentang riwayat hidup dan perjalanan kreativitas menulis beliau.

Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang beliau, silahkan kunjungi Blog: https://www.winansar.com dan https://winansar.wordpress. Dan ini adalah Email beliau: weinansar@gmail.com


Thursday, 7 January 2021

Kumpulan Puisi

 

KUMPULAN PUISI 



Rindu Rasul

Bagaimana kusampaikan rasa?
Bila rindu tak terkira
Bergetar tubuh, tangispun luruh
Bilakah bertemu?

Rinduku tak bertepi
walau kemanapun aku pergi
Meski shalawatku hanya sekali-kali
Semoga bertemu dalam mimpi-mimpi

Wahai kekasih yang dirindu
Semoga engkaupun membalas rindu
Semoga engkaupun ingin bertemu
Namun... pantaskah aku?

        
Cici jang Merindu 2020


Taubat

Oleh: Cici jang

Telah tertulis lembaran kisah 
telah selesai beberapa
namun ada kisah
yang membuat luka.

Meski...
telah berulang kali pula
Mencoba menghapusnya
namun tak pernah bisa

Kisah nyata...
yang telah dibaca 
oleh sekian banyak mata
karenanya aku tak bisa lagi tengadah

Lubuk Linggau 2007


...Damai di sini...

        Bismillah...
        Di sini...
        Geliat pagi memberi berjuta inspirasi
        Seiring mekar bunga-bunga Islam 
        Nan menebar wangi

        Di sini...
        Ada keluarga, sahabat, dan pemimpin sejati
        Cita-cita murni dan keikhlasan hati
        Sentuhan cahaya Ilahi hangatkan hati
        Sehangat ukhuwah ini

        Di sini...
        Di negeri yang kami cintai
        Kami ingin menyeru! dengan sepenuh hati
        Wahai anak negeri
        Duduklah di sini... melingkar bersama kami

        Di sini...
        Mari dengan damai hati
        Mentadabburi makna hidup ini
        Pada kemuliaan dan Ridho Ilahi
        Itulah yang kami cari di sini...


        Cici Jang merasa damai di sini _24Desember 2020







    ...Damai Bersamamu...


    Senyum pagi ini
    Seperti senyum pagi kemarin
    Dan kemarinnya lagi
    Bahkan lebih indah lagi

    Kecup kening pagi ini
    Juga begitu
    Diiringi doa dan dzikir pagi
    Tanda syukur pada Ilahi

    Tawa canda anak-anak kita
    hadirkan bahagia
    mereka tumbuh dengan ceria
    lahir dari didikan ayah

    Lihatlah si sulung rajin bekerja
    telah hapal beberapa ayat juga
    adik-adik kecilnya begitu ramah
    siapa yang mengajarkannya?
    Aku, kamu dan tentu guru-gurunya

    Senyum tersipu perempuan dengan kakunya
    Perlahan ingin menjadi sholihah
    Menunduk bagai permaisuri pada raja bijaksana
    Tak ada lagi yang bisa dikata
    Selain rasa syukur dan bahagia

    Lihat baktiku padamu
    akan kubuktikan itu
    Terima kasih telah mencintaiku
    semoga kuat dengannya wanita rapuh

    Tak ingin rasanya ini berlalu
    Bahagiaku selalu bersamamu
    Semoga di surgapun
    Kita akan bertemu

    Cici Jang Merasa gombal dan damai bersamamu teman hidupku... 😘💗💗💗 24 Desember 2020



Dunia yang dicari

Seakan berabad terpasung
Nyata kehidupan dijalani
Pencarian seolah tanpa ujung
Pada sebongkah berlian impian

Tatap binar memandang
Langkah kaki tergesa menuju
Jutaan harapan 
Lelah letih untukmu

Bilakah menyadari
setelah didapati
bukan ini yang dicari
lalu apa? wahai diri?


Guru Peradaban

Oleh: Cici Jang

Senyum terukir cerahkan dunia
Niat ikhlas awali langkah
Untaian doa-doa mengangkasa
Tuk generasi harapan bangsa

Cahaya ilmu memberkahi
Untaian pengetahuan kau bagi
Terangkai indah tanpa pamrih 
Tak peduli akumulasi letih bagaikan buih

Guru...
Memuliakanmu ridho-Nya
Mengalir ilmu penuh berkah
Menyakitimu murka-Nya
Sungguh ilmu tanpa berkah


BK Sahabat Siswa

Oleh: Cici jang

Gemetar
langkah kaki
tangan mengetuk pintu
wajah pasrah lidah keluh.

Hati mulai bertanya-tanya, resah
ada gerangan apakah?
aku dipanggil
BK.

Senyum?
kukira marah
Guru BK menyambut
Penuh sapa, ramah tamah.

Aku disambut dipersilahkan duduk
guru BK bicara
terlihat hangat
bersahabat.

Sungguh!
aku malu
tak seperti prasangkaku
ternyata BK sahabat siswa

Bengkulu, 3 Januari 2021

Baru Bertemu Sehari, pergi


Oleh: Cici Jang

Terdiam
tanpa kata
hanya bisa mengenangnya
semua terjadi begitu cepat.

Baru saja kemarin bertemu
kau tuturkan kisah
begitu menggugah 
rasa.

Pedih!
kisah hidupmu
pun ikut kutangisi
kerasnya hidup kau jalani.

Terkejut
hatiku kalut
menerima berita kepergian
baru bertemu sehari, pergi

Bengkulu, 5 Januari 2021


Ikatan Suci

Oleh: Cici Jang

Menunggu
lebih sewindu
ikatan cinta suci
dengan niat ridho Ilahi

Banyak sudah kisah kita
pahit manisnya terasa
berdua menata
cinta.

Kini
lebih sewindu
semoga selalu samawa
keluarga kecil kita tercinta.

Bengkulu, 07 Januari 2021



Kembali

Oleh: Cici Jang

Entah telah berapa lama

Engkau di luar sana

Bersama semua maumu

Tanpa batas...


Aku setia menunggu...

Sampai engkau lelah 

dan ingin pulang

Entah kapan itu...


Bila telah sampai waktunya

Biarkan aku bebas menguasaimu

Membawamu kembali

Bersamaku nuranimu.


Bengkulu, 28 Januari 2021



Kembali

Oleh: Cici Jang

Sungkuran sujud dan ruku' kaku

di atas sajadah lusuh

Sekian lama tak disentuh

Berdebu...


Sungguh... malu hamba

takut hamba...

Bagai ranting kering patah

Jatuh ke tanah


Telah senja usia

tak jua menyadari

nikmat yang diberi

untuk disyukuri


Kini...

meski terlambat 

semoga masih ada waktu

kembali pada-Mu


Bengkulu, 28 Januari 2021




Mengenangmu Sahabat

Oleh: Cici Jang

Sebenarnya aku merindu

namun kaku

sering diam-diam terpanah

lama...


Hingga suatu hari

sunyi kusesali

tak pernah kutemukan lagi

sahabat persis dirimu


Sahabat...

Biarlah ini jadi kenangan

Masih kurasakan hadirmu

Namun tak bisa lagi kutatap


Bengkulu, 28 Januari 2021



























Puisi Romantis

 






Ikatan Suci

Oleh: Cici Jang

Menunggu
lebih sewindu
ikatan cinta suci
dengan niat ridho Ilahi

Banyak sudah kisah kita
pahit manisnya terasa
berdua menata
cinta.

Kini
lebih sewindu
semoga selalu samawa
keluarga kecil kita tercinta.

Bengkulu, 07 Januari 2021





Thursday, 31 December 2020

Belajar Menulis True Story

 




Dimana ada Kemauan di situ ada Jalan (Kenangan, harapan, dan kenyataan)

Oleh: Cici jang


Zainab adalah seorang gadis sederhana dari keluarga petani, namun karena kemauan dan kecerdasannya ia lulus tes di salah satu sekolah swasta berakreditasi A di Kota bengkulu saat itu. Singkat cerita Zainab dapat menyelesaikan sekolahnya dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan Zainab terpengaruh juga pergaulan dengan teman-temannya yang mengakibatkan ia tidak begitu fokus dengan pelajaran.

Setelah menyelesaikan SMK, Zainab melamar pekerjaan ke beberapa tempat dengan harapan di terima bekerja di salah satu tempat usaha dengan salary yang menjanjikan. Tak berapa lama Zainab menerima panggilan kerja, namun ternyata salary yang bakal diterima bahkan dibawah UMR. Zainab akhirnya menerima pekerjaan tersebut karena tidak ada panggilan kerja dari tempat lain. Beberapa tahun berlalu, Zainab berpindah-pindah tempat kerja dengan berbagai pengalaman yang paling banyak tidak menyenangkan, pemilik usaha yang tidak bersahabat, senior yang angkuh dan tidak mau berbagi pengalaman, sampai rekan kerja yang mengadu domba, pokoknya kebanyakan pahit, walau tidak semuanya begitu. 

Jangan tanya bagaimana zainab menjalani hari-harinya dengan rasa lapar dan kesedihan, seringkali ia menahan lapar seharian karena  harus membagi jatah satu bungkus nasi uduk pagi dengan sore harinya. karena gaji yang diterima harus dibagi-bagi untuk membayar kost, menabung untuk pulang kampung dan oleh-oleh, atau mengirimi orang tua uang walau sedikit. 

Tahun berganti, Zainab berpikir keras bagaimana cara memperbaiki kehidupan ekonominya, karena orang tua di kampung juga sedang mengalami kesulitan ekonomi. Akhirnya Zainab memutuskan akan menerima ajakan teman satu kampungnya untuk menikah saja, terbayang kehidupan akan jauh lebih baik karena Andi pemuda kampung yang melamarnya adalah pemuda yang cukup berada di kampungnya, masalah cinta toh nanti akan datang dengan sendirinya. Namun takdir berkata lain, Andi terpaksa harus menikah dengan gadis di kampungnya, karena si gadis ngotot tidak mau pulang dari rumah Andi (di kampung tersebut masih berlaku hukum adat; apabila seorang gadis memaksa menginap di rumah lelaki dan tidak mau pulang, maka secara adat mereka harus menikah). Harapan Zainab pupus sudah, namun ia tidak begitu bersedih dengan hal tersebut karena Andi memang bukan lelaki impiannya. Lagi pula mereka jarang sekali bertemu dan Zainab sudah memutuskan hijrah dan berhijab sebelum kejadian tersebut. Justru hal ini membuat tekad Zainab untuk berhijrah dan menjadi wanita sholihah yang menjaga hijab dan dirinya semakin kuat. 

Mengikuti kajian mingguan menambah wawasan dan ilmu keIslaman membuat Zainab haus akan ilmu pengetahuan, keinginannya untuk kuliah muncul kembali apalagi cita-cita sebenarnya adalah menjadi seorang guru. Keinginannya untuk kuliah disampaikan kepada orang tua, dan gayungpun bersambut. Namun kembali lagi masalah biaya kuliah menjadi hambatan. Pepatah mengatakan "Dimana ada kemauan maka di sana ada jalan", itulah  yang terjadi dan beruntungnya ada teman yang mau menampungnya tinggal di tempat kursus,  biaya masuk kuliahpun dibantu oleh orang tua dan kakak Zainab, dan tahun berikutnya hingga tamat kuliah, Zainab mengurus bea siswa. Hari-hari dijalani dengan lebih semangat untuk menyelesaikan kuliah. Untuk biaya sehari-hari Zainab membantu mengajar les  dan TPQ di tempat kursus dan membuat makanan kecil untuk di jual. Kehidupan dirasa mulai membaik.

Empat tahun kuliah, Zainab akhirnya wisuda dan bekerja di Sebuah yayasan ternama di kota. Kehidupan semakin membaik dan di sini juga Zainab bertemu jodoh laki-laki yang baik dan sholeh (Zainab terlambat menikah teman; usia 32 tahun). Tidak berapa lama kemudian sang suami lulus PNS. Sekarang Zainab dikaruniahi 3 orang putra. 

Sekarang Zainab hidup dengan bahagia, apalagi di kelilingi orang-orang baik yang berorientasi positif, ia sangat bersyukur dengan semua liku kehidupan yang telah ia jalani, dan berterima kasih kepada semua orang yang telah hadir mewarnai kehidupannya. ada harapan yang masih sangat banyak dalam dirinya, diantaranya: memberikan pendidikan yang layak dan berkualitas untuk buah hatinya, melaksanakan rukun Islam yang ke-5 yaitu naik haji dan membawa orang tua juga, menghapal Al-Qur'an dan menjadikan anak-anak dan keluarganya penghapal Qur'an, membangun yayasan sosial dan pendidikan, menjadi penulis tentunya, menjadi motivator, ketika pensiun ada rancangan-rancangan yang sudah ia buat...dll,  harapan terbesarnya adalah ridho Allah SWT dan Rasul-Nya, tentunya masuk surga. Aamiin ya Rabbal'alamin...

Zainab mengambil hikmah yang sangat banyak dari liku-liku kehidupannya, salah satu yang paling penting adalah  "Bukan ekonomi yang harus di perbaiki terlebih dahulu, tapi kedekatan dengan sang penciptalah yang akan memperbaiki semuanya"... Allahu akbar. Semoga menginspirasi


Sepenggal kisah anak rantau
Cici Jang larut dalam kenangan di akhir tahun 2020 
Bengkulu, 31 Desember 2020





Thursday, 24 December 2020

Puisi Damai

 


    ...Damai di sini...

        Oleh: Cici Jang

        Bismillah...
        Di sini...
        Geliat pagi memberi berjuta inspirasi
        Seiring mekar bunga-bunga Islam 
        Nan menebar wangi

        Di sini...
        Ada keluarga, sahabat, dan pemimpin sejati
        Cita-cita murni dan keikhlasan hati
        Sentuhan cahaya Ilahi hangatkan hati
        Sehangat ukhuwah ini

        Di sini...
        Di negeri yang kami cintai
        Kami ingin menyeru! dengan sepenuh hati
        Wahai anak negeri
        Duduklah di sini... melingkar bersama kami

        Di sini...
        Mari dengan damai hati
        Mentadabburi makna hidup ini
        Pada kemuliaan dan Ridho Ilahi
        Itulah yang kami cari di sini...


        Cici Jang merasa damai di sini 
        Bengkulu, 24 Desember 2020







    ...Damai Bersamamu...


    Oleh: Cici jang

    Senyum pagi ini
    Seperti senyum pagi kemarin
    Dan kemarinnya lagi
    Bahkan lebih indah lagi

    Kecup kening pagi ini
    Juga begitu
    Diiringi doa dan dzikir pagi
    Tanda syukur pada Ilahi

    Tawa canda anak-anak kita
    hadirkan bahagia
    mereka tumbuh dengan ceria
    lahir dari didikan ayah

    Lihatlah si sulung rajin bekerja
    telah hapal beberapa ayat juga
    adik-adik kecilnya begitu ramah
    siapa yang mengajarkannya?
    Aku, kamu dan tentu guru-gurunya

    Senyum tersipu perempuan dengan kakunya
    Perlahan ingin menjadi sholihah
    Menunduk bagai permaisuri pada raja bijaksana
    Tak ada lagi yang bisa dikata
    Selain rasa syukur dan bahagia

    Lihat baktiku padamu
    akan kubuktikan itu
    Terima kasih telah mencintaiku
    semoga kuat dengannya wanita rapuh

    Tak ingin rasanya ini berlalu
    Bahagiaku selalu bersamamu
    Semoga di surgapun
    Kita akan bertemu


    Cici Jang Merasa gombal dan damai bersamamu teman hidupku... 😘💗💗💗 
    Bengkulu, 24 Desember 2020







Thursday, 17 December 2020

Puisi Tentang Ibu

 



PUISI UNTUK IBU

Oleh: Cici jang

Ibu...
Bayang wajahmu menyapa rindu
Menggebu rasa ingin bertemu
Seolah terdengar selalu lembut suaramu
Bisikkan cerita dan kata hikmah di telingaku

Ibu...
Berlalu waktu begitu cepat
Sementara kebersamaan kita begitu singkat
Belum cukup usia remajaku dipelukanmu
Kau relakan aku menuntut ilmu, jauh
Katamu demi kebaikanku
Kita begitu merindu
Kala itu doa dan pesanmu penguat hatiku

Ibu...
Terselip doa dan harapanmu
Agar kami selalu tercukupi
Ketika dalam sulitmu
Sedekahmu selalu kau beri

Ibu...
Hanya dalam rahimmu aku merasakan utuh bersamamu
Ketika tali ari menghubungkan aku denganmu
Kita begitu dekat
Napasmu napasku
Nutrisimu nutrisiku
lelahku lelahmu
Aku selalu bersamamu setiap waktu
Hingga waktu itu pun tiba
Dengan sepenuh jihadmu
Melahirkanku

Ibu...
Tak cukup waktu untuk kita
Dimasa kecil kami untuk selalu bersama
sebab beban hidup memaksamu berkerja
agar bisa membantu mencukupi beban keluarga

Ibu...
Kini akupun telah menjadi ibu
Kita tetap terpisah jauh
Kau relakan lagi aku bersama imamku
Seolah tak bertepi rindu

Ibu...
Kuharap bisa merawatmu 
Meski kini kalian belum mau
Namun jika tiba waktumu mau
Pilih aku untuk merawatmu dan ayahku

Wahai cahaya hidup kami
Doa terbaik dari anak-anakmu 
Semoga Allah SWT menjaga dan meridhoi
Untukmu dan ayah terhebatku


Salam rindu Cici jang untuk ayah dan Ibu 
Bengkulu, 17 Desember 2020

Thursday, 10 December 2020

Puisi Tentang Rasul

    Rindu Rasul

        Oleh: Cici Jang

   

        Rindu Rasul

        Bagaimana kusampaikan rasa?
        Bila rindu tak terkira
        Bergetar tubuh, tangispun luruh
        Bilakah bertemu

        Rinduku tak bertepi
        walau kemanapun aku pergi
        Meski shalawatku hanya sekali-kali
        semoga bertemu dalam mimpi-mimpi

        wahai kekasih yang dirindu
        semoga engkaupun membalas rindu
        semoga engkaupun ingin bertemu
        Namun... pantaskah aku?

        
        Cici jang Merindu 
        Bengkulu, 10 Desember 2020

    





Kumpulan puisi

Aspek-aspek Perkembangan Siswa SMP (SLTP)

  Aspek-aspek Perkembangan Peserta Didik SMP (SLTP) menurut Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik:     ...